Juventus Melanjutkan Catatan Kemenangan Beruntun Di Liga Serie A Hingga 11 Kali

Juventus Melanjutkan Catatan Kemenangan Beruntun Di Liga Serie A Hingga 11 Kali

Juventus Melanjutkan Catatan Kemenangan Beruntun Di Liga Serie A Hingga 11 Kali

Keberhasilan Juventus mencatat 11 kemenangan beruntung di Liga Serie A patut mendapat perhatian dari tim – tim lain yang juga masih bersaing memuncaki klasemen liga. Tidak salah jika Napoli harus waspada dan Inter Milan harus bekerja keras jika tetap ingin bersaing di papan atas melawan Juventus yang berupaya mempertahankan gelar Scudetto di musim ini. Terseok – seok di awal musim setelah kehilangan beberapa pemain penting; Massimiliano Allegri berhasil mengembalikan performa Juventus dan membangun tim yang solid dengan penambahan beberapa materi pemain baru. Kehilangan pemain – pemain kunci di lini tengah dan depan serta kebutuhan beradaptasi dari pemain – pemain baru benar – benar menjadi masalah bagi Juventus di awal musim ini.

Kini setelah Liga Serie A Italia memasuki paruh kedua; Juventus tampil semakin beringas dan menunjukkan kelas mereka sebagai klub besar dan tim kuat dari Italia. Meski hanya menang 1 – 0 atas AS Roma pada pertandingan di Turin lalu. Tambahan 3 angka tersebut membuat Juventus hanya terpaut 2 angka dari Napoli yang masih memuncaki klasemen. Kondisi tersebut memberi tekanan tersendiri mengingat hasil imbang atau kalah dapat membuat Napoli kehilangan posisi puncak jika Juventus terus mempertahankan ritme kemenangan beruntun yang mereka tunjukkan. Butuh perjuangan keras oleh para pemain Juventus untuk dapat menambah catatan 10 kemenangan beruntung yang telah mereka bukukan. Napoli sebelumnya sukses mengalahkan Sampdoria dengan skor 4 – 2 masih bertahan di puncak klasemen Serie A. Jika kedua tim masih terus mampu mempertahankan catatan kemenangan dari pekan ke pekan; maka pertemuan keduanya pada tanggal 13 Februari nanti dapat menjadi faktor penentu mengenai siapa yang akan memimpin klasemen Liga Serie A Italia hingga akhir musim nanti.

AS Roma merupakan kubu yang sulit dikalahkan karena memiliki lini belakang disiplin serta lini depan yang agresif. Kembalinya manajer Luciani Spalletti memang berdampak positif bagi permainan AS Roma sehingga para pemain Juventus benar – benar dipaksa bermain habis – habisan sebelum berhasil mencetak satu – satunya go di menit 77. Memperkuat pertahanan sepertinya menjadi strategi pilihan Spalletti saat menghadapi Juventus dan bermain imbang atau mencuri gol dari serangan balik menjadi skenario pilihan untuk diwujudkan. Rencana tersebut terlihat dari instruksi Spalletti pada playmaker Miralem Pjanic yang bermain sedikit ke belakang dan beberapa kali terlibat duel fisik untuk membantu lini pertahanan. Ketatnya pertahanan AS Roma memang menyulitkan para pemain Juventus untuk bergerak leluasa mendekat ke kotak penalti. Paulo Dybala menjadi satu – satunya pemain yang mencetak gol pada pertandingan tersebut dan memastikan Juventus memperpanjang rekor kemenangan sekaligus menambah 3 angka di klasemen Serie A.

Paulo Dybala sempat menguji Szczesny melalui eksekusi tendangan bebas meski tidak terlalu merepotkan penjaga gawang asal Polandia tersebut. Gianluigi Buffon juga sempat dipaksa melakukan upaya penyelamatan dari usaha Alessandro Florenzi mencetak gol. Dybala sempat memperoleh peluang emas di menit 19; sayang penyerang Argentina tersebut terjebak offisde dan tendangan lambung yang ia lakukan untuk mengelabui Szczesny hanya mengenai mistar gawang. Paul Pogba yang tampil dengan potongan rambut baru bermotif totol harimau juga sempat mendapat peluang setelah menerima umpan dari Sami Khedira; sayang tendangan gelandang Perancis tersebut masi melambung di atas mistar gawang.

AS Roma bermain lebih menyerang di babak kedua dan hampir mencetak gol di menit 64. Kesalahan passing Giorgio Chiellini memberi kesempatan bagi Lucas Digne untuk memberi umpan bagi Radja Nainggolan. Sayang tendangan keras Nainggolan yang sebenarnya mengarah ke gawang masih mengenai pemain Juventus sehingga melambung melewati mistar gawang. Massimiliano Allegri merespon dengan memasukkan Juan Cuadrado dan memberi kekuatan baru pada serangan di sisi kanan. Pemain pinjaman dari Chelsea tersebut sempat menguji ketangkasan Szczesny dengan tendangan keras dari jarak 25 yard. Patrice Evra kemudian melakukan hal serupa dari sisi sayap kiri Juventus. Paul Pogba menjadi arsitek gol Juventus yang dicetak Paulo Dybala di menit 77. Setelah mengecoh Alessandro Florenzi; Pogba mengirim umpan manis ke kaki Dybala dan dilanjutkan dengan tendangan yang melewati sisi bawah badan Szczesny untuk menjadi gol satu – satunya di pertandingan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *